This is default featured post 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured post 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured post 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured post 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured post 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Senin, 25 Maret 2013

Membedah Kemiskinan Partisipatif Level Kelurahan Di Keprabon

Setelah tahap Sosialisasi RPJMKel dilalui, kali ini Kelurahan Keprabon telah sampai pada tahap AKP Kelurahan. AKP Kelurahan ini menjadi bagian dalam penyusunan RPJMKel dengan tujuan untuk menemukan berbagai persoalan wilayah dari pendapat masyarakat, termasuk masyarakat penerima layanan/program khusus, sehingga diharapkan akan temukan solusi terbaik. Pada hari Kamis tanggal 21 Maret 2013 kemarin Kelurahan Keprabon melaksanakan tahapan selanjutnya yaitu AKP Kelurahan pada pukul 19.00 WIB bertempat di Aula Kantor Kelurahan Keprabon dengan jumlah peserta 29 orang.

Adapun peserta yang hadir diantaranya adalah Kepala Kelurahan dan perangkat kelurahan lain, LPMK, Faskel Monev, PKK Kelurahan perwakilan tiap Pokja, Ketua RW, Karang Taruna, dan LKM.
Acara dimulai pada pukul 20.00 WIB dengan Pembukaan oleh Ibu Endah Tyasmini. Kemudian dilanjutkan dengan Sambutan oleh Ibu Rustika Atmawati, SP. MM selaku Kepala Kelurahan Keprabon yang berisi tentang ucapan selamat datang untuk Tim TKPKD  dan warga undangan AKP Kelurahan serta mengharap partisipasi warga untuk pelaksanaan AKP/Pemetaan masalah tingkat kelurahan.

Suasana AKP Kelurahan Keprabon
Sebelum pelaksanaan diskusi, pada pukul 20.15 WIB Ibu Endah Tyasmini menjelaskan terlebih dulu tentang diskripsi tentang RPJMKel kepada peserta antara lain mengenai apa itu AKP Kelurahan, tujuan AKP Kelurahan, sistem pelaksanaan AKP Kelurahan, tahapan yang dilalui selanjutnya setelah AKP Kelurahan, siapa saja yang menjadi peserta dalam tiap tahapan penyusunan, teknik yang dipakai dalam AKP RW yaitu Teknik Analisa Kecenderungan dan Teknik Diagram Venn.

Setelah itu disambung penjelasan dari Ibu Vera Kartika mengenai teknik pelaksanaan penyusunan RPJMKel dari awal sampai akhir agar para peserta atau warga dapat lebih memahami proses pelaksanaan RPJMKel yang berlangsung. Penjelasan/pemaparan dari Ibu Vera Kartika antara lain menyangkut tentang data apa saja yang dibutuhkan dalam penyusunan RPJMKel yaitu data sekunder situasi dan kondisi kelurahan, data yang ditemukan dari AKP Kelurahan, yang kemudian data-data tersebut akan dikroscek ke warga secara langsung untuk melakukan pengkajian lebih lanjut dalam AKP RW. Kemudian berbagai data tersebut akan disimpan dan dipertemukan lagi di tahapan Merunut Masalah dengan form yang berbeda lagi sebagai bahan untuk menganalisa berbagai permasalahan.

Hasil itulah yang digunakan secara bersama masuk ke tahap Perumusan Masalah. Dalam proses ini akan timbul dampak kemudian prioritas masalah apa yang muncul sehingga akan menjadi alat atau sebagai dasar penyusunan program. Hasil dari perumusan itu akan menjadi dasar Penulisan dan itu akan didokumentasikan menjadi Dokumen Rencana Pembangunan Jangka Menengah Kelurahan Keprabon.

Setelah penjelasan selesai akhirnya warga dapat mengerti dan memahami proses penyusunan RPJMKel yang berlangsung. Pada pukul 20.40 WIB segera dilakukan pembagian kelompok dan dilanjutkan diskusi kelompok. Pada kelompok Analisa Kecenderungan difasilitasi oleh Ibu Endah Tyasmini  dan di kelompok Diagram Venn / Kelembagaan difasilitasi oleh Bp. Budi Cahyono. Diskusi berlangsung dengan sangat hidup karena ada partisipasi aktif dari warga peserta AKP dan selesai pada pukul 22.00 WIB. Acara pun kemudian disambung dengan pembahasan tindak lanjut tahapan AKP RW untuk menentukan waktu pelaksanaan AKP RW untuk kemudian dikonfirmasikan kepada TKPKD. Acara pun ditutup pada pukul 22.10 WIB.


(By Eria)

Selasa, 19 Maret 2013

Keprabon Memulai Tahapan Penyusunan RPJMKel

Perjalanan Penyusunan RPJMKel oleh  TKPKD Surakarta telah sampai pada tahap kedua. Setelah pada tahap pertama penyusunan dilakukan di 2 kelurahan yaitu Kelurahan Joyotakan dan Kelurahan Sewu, kali ini pada tahap kedua Penyusunan RPJMKel akan dilakukan di 4 Kelurahan berikutnya yaitu Kelurahan Semanggi, Kelurahan Joyosuran, Kelurahan Gajahan dan Kelurahan Keprabon. Pada bulan Maret ini sudah mulai dilakukan sosialisasi RPJMKel di keempat kelurahan tersebut.

Pada hari Jumat tanggal 15 Maret 2013 telah dilaksanakan Sosialisasi RPJMKel di Kelurahan Keprabon pada pukul 19.00 WIB yang bertempat di Aula Kantor Kelurahan Keprabon. Pada pukul 19.00 WIB warga sudah mulai berdatangan walau belum begitu banyak. Warga yang datang langsung mengisi daftar presensi dan menerima snack. Waktu sudah menunjukkan pukul 20.00 WIB dan Sosialisasi pun segera dimulai dengan 49 peserta yang merupakan wakil-wakil dari tiap RT dan RW, wakil dari PKK, wakil dari Karang Taruna, wakil dari LPMK, Faskel, beberapa Tokoh Masyarakat dan stage holder kelurahan.

Acara dibuka oleh Ibu Endah Tyasmini dengan doa, kemudian disambung dengan pembacaan susunan acara sosialisasi. Kemudian dilanjutkan sambutan dari Ibu Rustika Atmawati, SP. MM selaku Lurah Keprabon. Setelah sambutan selesai acara dilanjutkan dengan Pemaparan tentang apa itu RPJMKel dan peranan RPJMKel bagi masyarakat oleh Bp. Shemmy Samuel Rory. Kemudian disambung Penyampaian Alur Pelaksanaan RPJMKel dan penjelasan yang lebih detail tentang sistematis dan teknis penyusunan RPJMKel nanti.

Pada pukul 20.45 WIB acara sampai pada sesi tanya jawab. Ada beberapa pertanyaan yang muncul dari warga berkaitan dengan Penyusunan RPJMKel yang akan dilaksanakan di Kelurahan Keprabon. Diantaranya ada beberapa pertanyaan yang muncul antara lain mengenai bagaimana sistematika yang kongkret mengenai pelaksanaan RPJMKel, siapa pelaku penyusunan RPJMKel, apa kriteria tentang miskin yang sebenarnya, apakah RPJMKel ini khusus untuk warga miskin saja, dapatkah TKPKD mensinergikan dengan BPS akan kebutuhan masyarakat miskin yang sebenarnya, apakah hasil RPJMKel nanti tidak tumpang tindih dengan hasil Musren, apakah ada ada RPJMKel tingkat kelurahan,kecamatan dan kota nantinya. Demikian beberapa pertanyaan yang muncul terkait RPJMKel, dan pertanyaan-pertanyaan tersebut dijawab oleh Bp. Shemmy dan Ibu Endah. Setelah tidak ada pertanyaan lagi dan warga memahami tentang RPJMKel acara pun ditutup pada pukul 21.00 WIB.
(By Eria)

Jumat, 08 Maret 2013

Enam Kelurahan Siap Inisiasi RPJMKel Pada Maret 2013

Membedah problem-problem kemiskinan selalu memiliki keterkaitan antara satu faktor dengan faktor yang lain. Untuk kawasan yang homogen relatif tidak cukup sulit menemukenali problem yang ada. Sedangkan di perkotaan, penggalian akar kemiskinan dengan Analisa Kemiskinan Partisipatif memberi tantangan yang berbeda.

Kondisi inilah yang sedang dihadapi oleh Tim Koordinasi Pengentasan Kemiskinan Daerah (TKPKD) Kota Solo dalam uji penyusunan RPJMKel di 2 kelurahan. Penggalian masalah berbasis 5 isu hak dasar dikerjakan di Sewu dan Joyontakan mulai Oktober tahun lalu. Proses penggalian masalah dimulai dari penggalian masalah di RW.

Suasana Rapat (Photo by BChrist)
Tahap selanjutnya membedah kondisi kelurahan dengan 3 alat yakni Kalender Tahunan, Analisa Kecenderungan (tren) serta Analisa Peran Lembaga. Harapannya dapat terpetakan kondisi riil yang dihadapi masyarakat. Berdasar pengalaman 6 bulan itu, ternyata menarik bagi LPMK di 2 Kelurahan yakni Kemlayan dan Joyotakan.

Mereka berkeinginan menginisiasi penyusunan RPJMKel sebagai basis perencanaan jangka menengah agar perencanaan yang dilakukan masyarakat lebih tertata. Maka pada Selasa (5 Maret) utusan kedua kelurahan melakukan diskusi secara intensif dengan Tim Pelaksana Teknis TKPKD sebagai persiapan implementasi Inisiasi RPJMKel.

Dalam diskusi yang dipandu Kepala Sekretariat Harian TKPKD Solo (Shemmy) terungkap bahwa pada bulan Maret ini sudah ada 4 kelurahan yang akan mulai menginisiasi hal yang sama dengan dukungan TKPKD. Keempat kelurahan tersebut yakni Gajahan, Joyosuran, Semanggi dan Keprabon. Bergabungnya 2 kelurahan itu akan mempercepat penyusunan RPJMKel di berbagai kelurahan di Solo.

Sebagai bukti keseriusan mereka, ikut turut hadir Fasilitator Kelurahan dari PNPM Kota Solo. Faskel PNPM nantinya akan lebih banyak mensupport tenaga fasilitasi dan pendokumentasian proses sehingga masyarakat akan banyak berkonsentrasi dalam penggalian masalah.

(By Mhist)

Senin, 04 Maret 2013

Menanyakan Validitas Data Jamkesmas

Salah satu program pengentasan kemiskinan yakni Jamkesmas pada Tahun 2013 secara umum diberbagai wilayah mengalami penurunan. Di eks Karesidenan Surakarta (menurut berbagai media massa juga mendapati hal yang sama). Di Klaten malah pernah ada keluhan warga sehingga menimbulkan konflik. Menurut Kadinkes Klaten penurunan merupakan kewenangan Tim Nasional Percepatan Penanggulangan Kemiskinan (TNP2K).

Kabupaten Boyolali malah terjadi penurunan signifikan dibanding Tahun 2008 lalu yang jumlahnya mencapai 50.000 jiwa. Menurut Kadinas Kesehatan, sebanyak 12.000 penerima Jamkesmas meninggal dunia meski demikian ada kelahiran baru juga. Di Karanganyar ada penurunan jumlah penerima Jamkesmas hingga 10.314 jiwa. Data ini didapatkan dari penelitian BPS dan dinas setempat menerima tembusannya.

Kota Gaplek alias Wonogiri juga tercatat penerima Jamkesmas turun 58.138 jiwa dibandingkan tahun 2008 lalu. Hal ini bisa dimaknai setiap tahun terjadi penurunan rata-rata 10.000 jiwa. Dari data diatas sepertinya tingkat keberhasilan pengentasan kemiskinan secara nasional baik. Tetapi bila kita lihat dilapangan, masih banyak ditemui atau berita tentang kebutuhan masyarakat untuk mendapat Jamkesmas. Banyak warga yang tahun sebelumnya mendapat tahun ini malah tidak mendapat.

Kondisi warga miskin di bantaran sungai (photo by Ardian)
Sumber data dari PPLS 2010 yang dilakukan Badan Pusat Statistik tidak banyak membuka apakah standart indikator kemiskinan yang berubah, apakah standar kehidupannya membaik, apakah tingkat perekonomiannya sudah sejahtera dan lain sebagainya. Sayangnya hasil pendataan ini tidak dishare atau dipublikasi sehingga ditiap daerah masyarakat bisa tahu. Up dating data dari BPS idealnya bisa dilakukan tiap tahun sebab kondisi masyarakat banyak yang berubah tiap saat.

Hasil PPLS sendiri langsung ditetapkan sebagai data baku bukan sebagai data sementara yang kemudian harus diverifikasi terlebih dahulu. Seperti yang kita tahu pada tahap verifikasi Daftar Pemilihan Sementara (DPS) Pilgub Jateng banyak yang tidak valid. Demikian pula saat dilakukan verifikasi pengurus Parpol oleh KPU banyak ditemukan alamat fiktif, individu fiktif dan lain sebagainya.

Harapannya bila ada daftar sementara calon penerima program maka masyarakat bisa melakukan verifikasi sehingga tidak muncul komplain. Pejabat penerima komplain data, petugas verifikator bisa dikerjasamakan dengan Pemerintah Kota agar birokrasi di daerah hanya menerima komplain padahal mereka tidak melakukan pendataan.

(by : Mhist)

Senin, 25 Februari 2013

Melangkah Mewujudkan RPJMKelurahan

Briefing Tim Perumus
Sebagai langkah optimalisasi penggalian dampak masalah maka dipisah menjadi 5 isu antara lain sebagai berikut : (1). Kelompok Ekonomi difasilitasi oleh Ning Sri Wahyuni; (2). Kelompok Pemukiman difasilitasi oleh Kun Prastowo; (3). Kelompok Kesehatan difasilitasi oleh Asep Nanda Paramayana (4). Kelompok Pendidikan difasilitasi oleh Endah Tyasmini; (5).  Kelompok Infrastruktur difasilitasi oleh Budi Cahyono

Berikut contoh dari hasil proses diskusi kelompok di Pendidikan, aspek anak putus sekolah ;dampak yang ditimbulkan pada bidang ekonomi bisa terjadi pengangguran; Penghasilan minim maupun; Pekerjaan serabutan. Sehingga diperlukan rekomendasi Penyaluran tenaga kerja, Pemberian modal usaha. Dibidang Kesehatan : masalah belum bisa menerapkan pola hidup sehat dan Minimnya pengetahuan soal alat reproduksi diperoleh rekomendasi : Penyuluhan pola hidup sehat dan Penyuluhan tentang reproduksi.

Perunutan dilakukan tiap aspek dari masing-masing isu. Tiap aspek dikaji dan di analisa dampaknya terkait dengan persoalan pendidikan, kesehatan, ekonomi, infrastruktur, pemukiman, sosial/lingkungan, atau lainnya berdasar gagasan dari peserta. Dan juga perunutan berdasarkan dari persoalan yang muncul serta dampak yang terjadi. Setelah itu peserta diajak untuk memberikan rekomendasi tindakan untuk mengatasi persoalan yang ada atau yang muncul tersebut (rekomendasi bisa lebih dari 1).

Setelah diskusi kelompok telah selesai, peserta diajak untuk mendiskusikan siapa yang akan dipilih sebagai tim perumus dari masing-masing kelompok/isu ( acara ditutup dengan do’a oleh Endah Tyasmini ). Juga dijelaskan pula bahwa salah satu tujuan FGD ini adalah memilih 5 orang dari 8 orang Tim Perumus, yang mana pada proses ini difasilitasi oleh Muhammad Histiraludin yang akrab dipanggil Mas Nino perwakilan dari Management dan Endah Tyasmini perwakilan dari Tim Inti kelurahan Sewu.

Tim Perumus terdiri dari 8 orang yang diambil dari Kasie Kesra, LPMK ( Seksi perencanaan dan pembangunan ), dan 5 orang yang mewakili kelima isu, serta 1 orang faslok. Kelima orang yang mewakili kelima isu dipilih dalam Diskusi Kelompok di proses Merunut Masalah.

Adapun Tim Perumus bertugas untuk: a) Melakukan perumusan Program/ Rencana Aksi berdasarkan hasil Perunutan Masalah yang telah dilakukan sebelumnya, termasuk waktu, penganggaran, dan pihak-pihak yang berwenang untuk melaksanakan program tersebut, b) Melakukan validasi dan klarifikasi atas temuan AKP, c) Melakukan penyusunan DSP, d) Melakukan penulisan draft dokumen RPJMKel hingga final RPJMKel, e) Melakukan konsultasi publik atas dokumen RPJMKel, dan f) Melakukan Rembug Warga ( Pengesahan RPJMKel ).

Dari hasil diskusi tersebut diatas, dihasilkan nama – nama Tim Perumus Kelurahan Sewu sebagai berikut :
a)  Fajar khoirul Umam (Ketua FASTA), b) S.M. Takarini (Staff Kelurahan Sewu), c) Bagus H (LKM), d)  Eka F (FASTA), e) Agus Suyamto (Wakil RW IV), f) Daliman (Faskel), g) LPMK Sie Pembangunan, h)   Perwakilan dari Kelurahan Sewu. Kemudian nanti akan diadakan rapat atau pertemuan selanjutnya khusus untuk Tim Perumus, yang mana akan menindaklanjuti dari hasil Focussed Group Discussion “Merunut Masalah”.

(By BChrist)

Minggu, 24 Februari 2013

Bedah Dampak Masalah Kelurahan Sewu

Malam itu pada hari Selasa 19 Februari 2013, walaupun sebelumnya sempat diwarnai dengan gerimis tetapi tidak menyurutkan semangat warga Kelurahan Sewu untuk tetap datang di Gedung Serba Guna Pamrih. Hal ini menunjukkan betapa apresiasi  serta tanggung jawab yang tinggi dari warga Sewu atas undangan yang diberikan kepada mereka untuk mengikuti proses membuat dokumen RPJMKel.

Agenda yang diselenggarakan oleh Tim Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan Daerah (TKPKD) Kota Surakarta di Gedung Serba Guna Pamrih, Kelurahan Sewu adalah rangkaian dari agenda sebelumnya yaitu mulai dari tahapan : Sosialisasi Tingkat Kelurahan, Pelatihan Fasling dan Faslok yang kemudian dilanjutkan dengan Analisis Kemiskinan Partisipatif (AKP) tingkat RW, kemudian Analisis Kemiskinan Partisipatif tingkat Kelurahan, dilanjut lagi dengan Analisis Kemiskinan Partisipatif Warga Miskin penerima manfaat program dari Pemerintah seperti : Raskin, JAMKESMAS, PKMS, BPMKS, dan lain – lain.

Setelah rangkaian tahapan seperti tersebut diatas sudah dilaksanakan, maka agenda berikutnya adalah Focussed Group Discussion “Merunut Masalah”.  Yang mana tujuan dari kegiatan ini adalah untuk mendapatkan informasi mengenai dampak dari masing - masing persoalan yang telah tergali dari proses AKP serta untuk mendapatkan informasi persoalan yang dianggap prioritas dari masing - masing isu di tiap kelurahan.

Acara yang difasilitasi oleh Tim Inti Kelurahan Sewu ini berdasarkan kesepakatan hasil rapat koordinasi dengan Management pada tanggal 11 Februari 2013 adalah 30 orang, komposisi pesertanya sebagai berikut : Perwakilan RW (9 orang); LPMK ketua, seksi kesehatan, dan seksi pembangunan (3 orang); Pokja PKK (4 orang); Lurah dan Kasie (4 orang); Fasta (2 orang); LKM (3 orang); Faskel (1 orang); PPT (2 orang) KPKS (2 orang).


Alur ProsesAcara dibuka oleh Pak Budi Cahyono dengan do’a berikut menjelaskan maksud dan tujuan acara FGD Merunut Masalah, dilanjutkan dengan penjelasan teknis pembagian kelompok berdasarkan 5 isu hak dasar (ekonomi, pemukiman, kesehatan, pendidikan & infrastruktur). Kemudian  dilanjut dengan penjelasan soal Tim Perumus berikut siapa – siapa nanti yang akan menjadi delegasi dari masing – masing kelompok/perwakilan.

Setelah penjelasan dari Pak Budi Cahyono, kemudian dilanjut oleh Mbak Endah Tyasmini untuk memandu teknis pembagian kelompok berdasarkan 5 hak dasar berikut menjelaskan sedikit alur proses rangkaian kegiatan TKPKD Kota Surakarta di Kelurahan Sewu dari Sosialisasi di Tingkat Kelurahan s/d FGD Merunut Masalah hingga nanti menjadi dokumen RPJMKel serta menjelaskan mengapa para peserta diundang diforum FGD ini, sekedar untuk me_refresh para peserta yang hadir.

Peserta FGD Merunut Masalah yang diundang dari 30 orang, yang dapat hadir di Gedung Serba Guna Pamrih sejumlah 23 orang dengan komposisinya adalah Laki – laki ( 13 ) dan Perempuan ( 10 ). Apresiasi peserta sangat tinggi ketika sudah mulai masuk dalam proses diskusi ditiap kelompoknya, saat melihat data – data yang tersaji di meja kelompok mulai dari peta, hasil AKP RW, AKP Kelurahan, AKP Warmis serta data – data pendukung ( sekunder ).  Kelima kelompok yang mulai berdiskusi difasilitasi oleh Tim Inti Kelurahan Sewu.



(BChrist)

Kamis, 21 Februari 2013

Menggali Dampak Masalah Kemiskinan

TKPKD Surakarta telah lancar melaksanakan  AKP Warmis di 2 Kelurahan yaitu Kelurahan Sewu  pada tanggal 6 Pebruari 2013 dan Kelurahan  Joyotakan pada tanggal 8 Pebruari 2013 dengan lancar. Hingga kini telah sampai pada tahap selanjutnya yaitu  tahapan Merunut Masalah, yang bertujuan untuk merunutkan segala permasalahan yang telah ditemukan dalam AKP RW dan AKP Kelurahan sehingga dihasilkan beberapa dampak yang akan timbul dan rekomendasi yang diharapkan  oleh masyarakat.

Di Kelurahan Joyotakan AKP Merunut Masalah dilaksanakan pada hari Senin, 18 Pebruari 2013 bertempat di Aula Kantor Kelurahan Joyotakan. Acara dihadiri oleh 18 peserta  yang  masing-masing merupakan perwakilan dari 5 hak dasar yaitu Kesehatan, Pendidikan ,Infrastruktur, Pemukiman, dan Ekonomi. Tiap peserta yang hadir langsung mengisi daftar Presensi dan kemudian menempati tempat duduk sesuai kelompok isu masing-masing.

Waktu sudah menunjukkan pukul 20.15 sehingga acara pun segera dimulai. Acara pertama dibuka dengan doa oleh Ibu Yayuk Purwani, yang kemudian dilanjutkan dengan sambutan dari Sekretaris Kelurahan dan Ketua LPMK  Kelurahan Joyotakan. Sebelum masuk ke tahap diskusi Ibu Yayuk Purwani terlebih dahulu memberikan beberapa patah kata sebagai pengantar dalam proses diskuai kelompok yang akan dilakukan.  Jam dinding pun menunjukkan pukul 20.30 dan diskusi kelompok segera  dimulai.

Adapun fasilitator yang mendampingi tiap kelompok adalah sebagai berikut :

1.    Isu  Pendidikan     : Ibu Yayuk dengan anggota kelompok 3 orang.
2.    Isu  Kesehatan        : Sdr. Maria dengan anggota kelompok 4 orang.
3.    Isu Infrastruktur    : Bp. Harjendro dengan anggota kelompok 4 orang.
4.    Isu Pemukiman     : Bp. Cahyo dengan anggota kelompok 4 orang.
5.    Isu Ekonomi        : Bp. Achmadi dengan anggota kelompok 3 orang.

Dari proses diskusi perunutan masalah yang telah dilakukan diperoleh hasil beberapa Dampak yang ditimbulkan dan beberapa Rekomendasi yang diharapkan masyarakat. Hasil yang diperoleh pada tahap ini akan menjadi accuan dalam pelaksanaan tahap selanjutnya yaitu tahap Perumusan Masalah. Dalam Tahap Perumusan Masalah nanti diperlukan Tim Perumus yang terdiri dari 8 orang yang diambil dari Kasie Kesra, LPMK ( Seksi Perencanaan dan Pembangunan ), dan 5 orang yang mewakili kelima isu serta 1 orang faslok.

Adapun syarat menjadi Tim Perumus adalah sebagai berikut :
    Memahami konteks persoalan di wilayahnya ( Kelurahan)
    Bisa computer ( Ms Word dan tahu Exel )
    Bersedia meluangkan waktu dan energinya untuk perumusan proses RPJMKel
    Bersedia mengawal pelaksanaan RPJMKel

Dari berbagai syarat tersebut akhirnya diperoleh Tim yang terpilih sebagai Tim Perumus di Kelurahan Joyotakan antara lain :
1.    Isu Kesehatan     : Bp. Muh Juwarno
2.    Isu Pendidikan     : Ib. Hari Sawitri
3.    Isu Infrastruktur    : Bp.Yanto
4.    Isu Pemukiman    : Bp.Marjono
5.    Isu Ekonomi    : Bp. Mulgiyarto
6.    Sie Kesra         : Bp.Sugiyarto
7.    LPMK        : Bp. Zainal Abidin
8.    Faskel        : Bp. Pramono
       Pada akhir acara, kedelapan Tim Perumus ini breefing sejenak yang dipimpin oleh Maz Nino.Dan kemudian acara ditutup pada pukul 10.15 WIB.

(By Eria)

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites